Belum Bisa Move On

Move-on

Move on itu cuma masalah waktu. Cepat atau lambat, semua akan berlalu.

Move on jamak diartikan sebagai melupakan kenangan baik yang indah ataupun yang buruk dari masa lalu. Begitu terjemahan bebasnya menurut sebagian besar orang. Dan istilah move on juga lebih banyak digunakan untuk istilah percintaan. Entah juga siapa yang memulai, tapi begitulah adanya.

Kalau kita ketemu sama orang yang belum bisa lepas dari bayangan mantan atau masa lalunya, dgn cepat kita akan menyimpulkan bahwa orang tersebut belum bisa move on. Entah apa alasannya, setiap orang berhak untuk tidak menceritakan detail kehidupannya.

Tapi sebetulnya istilah move on juga biasa digunakan untuk hal umum. Salah satunya mengenai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu, dan kita masih menyimpan dengan rapih kenangan itu. Hingga akhirnya kita ngga kemana-mana. Tetap disitu aja dan ngga bergerak. Kalo kata Koes Plus mah “terlalu indah dilupakan, terlalu sedih dikenangkan…”.

Belum bisa move on juga sering terjadi dgn pecinta (fans fanatic) klub sepak bola yang pernah hebat di masanya. Mau contohnya? Gaperlu disebut lah. Terlalu banyak. Pasti bisa kebayang kan? 🙂

Beberapa hari yang lalu ada sebuah pertandingan besar di liga Indonesia. Kebanyakan orang bilang ini adalah “el clasico”-nya Indonesia. Istilah “el clasico” ini juga dipinjam dari duel klasik dua tim besar asal spanyol antara Real Madrid dan juga Barcelona yang memiliki sejarah panjang pertemuan dan juga cerita dibalik setiap pertemuannya. So classic!

Pun sama halnya dengan di spanyol, di Indonesia juga ada yang serupa. Persija dan Persib. Ya, semua orang tau masalah klasik pertemuan kedua tim ini karena dua suporter yang masih belum akur satu sama lain. Selain itu, dua tim ini juga punya sejarah panjang di belantara sepak bola Indonesia. Tsadies!

Balik ke pertandingan kemarin (3/11) duel yang terlaksana di Surakarta dari yang seharusnya di wilayah Jakarta (Persija Home). Entah kenapa, setiap kedua tim bertemu selalu banyak drama yang terjadi. Walaupun di Indonesia semua orang suka drama, tapi drama dua tim ini kadang berlebihan. Oke mungkin bukan dua tim. Tapi salah satunya saja 🙂

Yup pertandingan kemarin masih menyisakan cerita yang seru dibahas di berbagai platform sosial media. Jadi drama dan mulai lebay. Karena gengsi dari pertandingan ini juga yang bikin suasananya enak buat di-drama-in. Moment to get more followers! 

Ada beberapa hal yang jadi pusat perhatian dari match kemarin. Salah satunya jelas, gol Ezechiel yang dianulir wasit.  Mari kita bahas dari kacamata awam. Gol atau tidak? Kalo diliat, jelas itu gol. Pun Andritany dan juga Bepe anggap itu sebagai gol. Tidak ada yang memungkiri dari dua orang terakhir yang ada dibelakang. Statement dalam tulisan mereka pun jelas mengakui itu sebagai sebuah gol. Namun sayang, wasit menganggap itu bukan sebuah gol. Dan pada akhirnya keputusan absolut ada pada wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Tapi bukan Indonesia namanya kalau tanpa drama. Gol itulah yang akhirnya bikin pertandingan ini jadi sangat-sangat penuh drama yang memuakkan. Yup memuakkan karena pada akhirnya semua belum bisa menerima hasil dari pertandingan drama ini. Di sosial media bertebaran tulisan ataupun postingan saling sindir, bahkan hingga umpatan dari kejadian ini. Let’s move on, dude!

Saya pikir kedua tulisan dari Andritany dan Bepe sudah cukup jelas. Sehingga saya tidak perlu memberikan penekanan apapun kecuali mengingatkan soal mental bertarung yang harus selalu ditunjukkan. Karena di sepak bola suka ataupun tidak, drama akan selalu terjadi.

Yang berikutnya adalah kartu merah yang tidak perlu utk Vlado. Memang sebenarnya ini tidak perlu kalo aja Vlodo bisa nahan diri. Drama pun berlanjut hingga akhirnya “rencana” untuk walkout pun menjadi sebuah bencana. Wasit pun mengakhiri pertandingan sebelum menit 90 tiba. Anti klimaks! Sisa 7 menit masih bisa mengubah semua cerita kalau saja masih mau melanjutkan pertandingan. Entah bagaimana nanti akhirnya.

Karena penyesalan selalu ada di akhir cerita. Walaupun saya juga tidak mengetahui pasti setelah kartu merah Vlado ada rencana utk WO atau tidak tapi sekilas terlihat seperti itu. Biar ini menjadi rahasia Tuhan dan Persib Bandung. Keputusan kadung dibuat. Semua orang terlanjur melihat. Tinggal kita tunggu apa hasil dari kejadian ini.

Sedikit kutipan dari tulisan Bepe yang kita harus sama-sama renungkan. Karena hal ini memang sering terjadi di Indonesia.

Pelajaran paling berharga dari pertandingan kemarin adalah kita harus mulai belajar dewasa dan tidak cengeng dalam menyikapi segala keputusan wasit di atas lapangan. 

Saya suka drama, tapi kalo terlalu banyak ya muak juga. Ada kutipan yang selalu saya suka. “Drama isn’t just a part of life. Because life, is a drama!

Karena hidup adalah sebuah drama, jadi kita harus tetap melanjutkan hidup. Masih banyak mimpi yang perlu dikejar, gebetan yang mungkin mulai terlantar, atau tagihan yang belum dibayar. Yuk kita mulai move on! Tinggalkan yang lalu dan mulai rajut cerita baru 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s